Status gizi dan motivasi belajar sebagai faktor risiko terhadap kemampuan kognitif anak sekolah dasar di daerah endemik GAKYDOI : 10.21927/ijnd.2013.1(3).131-142 | Abstract views : 686 times
[摘要] Background: More than 200 million children under 5 years old in developing countries are not fulfilled its development potential. Child potential development is influenced by several factors, such as biological factors, psychosocial, physical, social, culture, and socio-economic. People living in iodine deficiency area have intelligent quotient (IQ) up to 13.5 point lower than those living in the area with suffi cient iodine. The result of iodinized salt monitored by Sleman District Health Offi ce showed total goitre rate (TGR) of school children in Subdistrict of Cangkringan, District of Sleman was 39.5, which was categorized as severe iodine deficiency. Objective: To identify nutritional status (anthropometry), academic achievement, and learning motivation as risk factors of cognitive ability of elementary children in IDD endemic area. Method: The study used case control design. Samples consisted of 107 children with cognitive ability below average (score IQ90). Pengumpulan data kemampuan kognitif dengan menggunakan culture fair intelligence test (CFIT), pengukuran antropometri untuk status gizi, nilai murni Bahasa Indonesia dan matematika untuk prestasi belajar dan kuesioner untuk motivasi belajar anak. Data diolah secara deskriptif analitik menggunakan uji chi-square dan uji beda t-test. Hasil: Prevalensi status gizi pendek sebesar 25,9%. Terdapat hubungan signifi kan antara status gizi (TB/U) (p=0,046), motivasi belajar (p=0,03), dan prestasi belajar (Bahasa Indonesia, p=0,00, matematika, p=0,00) dengan kemampuan kognitif. Tidak terdapat hubungan signifi kan antara status gizi (IMT/U) dengan kemampuan kognitif (p=0,109). Anak dengan status gizi pendek berisiko 1,7 kali memiliki kemampuan kognitif di bawah rata-rata daripada anak normal. Anak dengan motivasi rendah berisiko 3,3 kali memiliki kemampuan kognitif di bawah rata-rata. Kesimpulan: Anak dengan kemampuan kognitif di atas rata-rata memiliki status gizi, motivasi belajar, dan prestasi belajar (Bahasa Indonesia maupun matematika) yang lebih baik daripada yang memiliki kemampuan kognitif di bawah rata-rata.
[发布日期] [发布机构]
[效力级别] [学科分类]
[关键词] cognitive;nutritionl status;learning motivation;academic achievement;iodine defi ciencydisorder [时效性]