The increase of blood creatinine levels and the gastric histopathology of rat after feeding of porang (Amorphophallus oncophyllus) flour treated with strobilantehes crispaDOI : 10.21927/ijnd.2018.6(3).113-121 | Abstract views : 465 times
[摘要] Latar belakang: Umbi Porang (Amorphophallus oncophyllus) meru[akan umbi asli Indonesia yang mengandung glucomannan. Glukomanan digunakan sebagai bahan tambahan makanan dan suplemen makanan bagi penderita diabetes, tekanan darah tinggi, konstipasi dan penurunan berat badan. Namun, umbi porang mengandung kalsium oksalat yang menyebabkan gatal jika dikonsumsi oleh karena itu kesiapan persiapan yang tepat. Perendaman dari S. crispa in vivo elah terbukti menurunkan kadar kalsium oksalat. Namun, kelebihan konsumsi kalsium oksalat dapat menyebabkan gangguan fungsi ginjal, terutama pada laju flomerasi glomerulus (GFR) dan mempengaruhi kerja ginjal, yaitu penyerapan dan kreatinin fltrasi. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh porang orang dengan S. crispa (keji beling) terhadap kreatinin darah dan histopatologi lambung tikus (Rattus norvegicus) Wistar pada uji toksisitas akut. Metode: Penelitian ini menggunakan experimental with one test group, without control group. Subjek 20 tikus Wistar betina putih (Rattus norvegicus) dengan berat 110-180 gram, usia 8 - 12 minggu, sehat, dan normal. Kelompok tikus dibagi menjadi Tepung Porang Murni (TPM) dan Tepung Porang dengan ekstrak etanol S. crispa (TPK). Setiap kelompok menggunakan dosis 2000 mg / kg berat badan (BW) dan 5000 mg / kgBB. Data kadar kreatinin dikumpulkan pada 24 dan 72 jam setelah makan juga dikonfirmasikan oleh tikus lambung. Analisis data menggunakan One-Way analysis of ariance (ANOVA). Hasil: Jenis larutan dan frekuensi perendaman tidak berpengaruh pada kadar kalsium oksalat padatepung porang, sedangkan lama perendaman tidak memberi efek. Kadar kreatinin darah tikus meningkat setelah pemberian pakan Tepung Porang urni (TPM) dan Tepung Porang dengan Ekstraksi Keji Beling (TPK) dengan dosis 5000 mg/kgBB. Kesimpulan: Pemberian tepung porang dengan perlakuan ekstrak S. crispa aman sampai dosis 5000 mg/kgBW. Ini terbukti dengan normalitas waktu di tingkat kadar kreatinin.
[发布日期] [发布机构]
[效力级别] [学科分类]
[关键词] porang tuber;calcium oxalate;cavity;creatinine;acute toxicity test [时效性]